Minggu, 01 April 2012

Malang Ceria Bernasib Malang part II

Ya setelah semalaman kita beristirahat di homestay, keesokan harinya dipagi buta kira” jam 9 pagi akhirnya kita memutuskan untuk segera melancong ke daerah Batu. And of course we went to Batu by Angkot, ya kita oper angkot 2 kali. Angkot pertama memakan waktu seperempat jam dan angkot yg kedua memakan waktu sekitar 1 setengah jam. Ya niatnya kita tentu naik angkot ingin menghemat biaya transport, tapi apadaya ncip tak bisa berbuat apa” malah biaya transport kita hampir sama dengan biaya jika naik bis.

Alhamdulillah kita sampai di tujuan pertama kita yaitu “Jatim park II” yang berisikan kebun binatang dan museum binatang Batu. Tanpa basa basi, turun angkot kita langsung masuk ke “Jatim Park II” ini (eh, tentu kita bayar angkot sebelumnya laaah)

Kita masuk ke Batu Secret Zoo terlebih dahulu, karena cuaca pas itu sangat lah cerah. Yaa tentunya tempat ini bisa dibilang kebun binatang terkeren yg pernah gue kunjungin selain bonbin jurug. Salah dua hal yg harus diingat jika mau kesini, berbekal lah bakat menebak arah jalan dan kekuatan kaki tentunya.





Tapi ditengah perjalanan menelusuri BSZ ini awan hitam berkata lain, ia menurunkan pasukan hujannya. Yaaah alhasil kita langsung mencari tempat untuk berteduh tapi dengan cuaca yg sangat dingin pas itu.


Setelah itu kita lanjut masuk ke museum satwa. Dan lagi dipikiran yg terlintas dan identik dgn tempat ini adalah waaah sekaliiiiiii, dan teringat dengan the virgin yg membuat video klip disini. Ya kita memutari museum yg sangat bagus ini berjam” untuk melihat” dan tentunya foto” dikit laaah ciiiinnn~



Azan maghrib berkumandang, disitu juga petualangan kami di “Jatim Park II” berakhir, kita mutusin buat nyari musola di area situ dan makan malam tepat di sebrang Jatim Park II. Dan tentu dgn menu nasi goreng dan soto lamongan sesuai hari” kami. Setelah makan malam kami langsung menuju BNS (Batu Night Spectaculer), berbekal kesoktauan kami pergi kesana dgn berjalan kaki. Tapi untungnya ditengah perjalanan kami bertemu dgn segerombolan motor” yg menawarkan jasa antar, sebut saja ojek.

Sampai di BNS, kami langsung naik wahana yg bernama “orbiter”. Ya wahana ini (sangat) cukup menantang jiwa, tapi karena kami lelaki jantan sejati kami naik wahana itu dan hanya teriak” dan hampir pingsan tentunya.
Gue dan ridwan juga mengunjungi area lampion disana tanpa ditemani rizal karena ia ingin berburu oleh” untuk sanak saudaranya di kampung. Dan kesan saat di area itu lagi” ya tempat ini bagus penuh akan lampu dan suasana romantis, banyak anak” muda yg berpacaran disana. Dan satu hal lagi, kamera gue rusak saat berada di tempat yg sangat bagus ini.

Puas berputar”, kami beristirahat sebentar lalu mencari oleh” dan keluar area ini. Pas keluar tentu kami naik ojek lagi untuk ke jalan raya di Batu. Saat diturunkan dijalan raya perintah tukang ojek yaitu menyuruh kami untuk menunggu karena biasanya ada angkot yg lewat, tapi setelah setengah jam menunggu dan jam sudah menunjukan jam setengah 11 belum ada juga angkot yg lewat.

Kami putuskan untuk berjalan kaki lagi menuju Malang dari Batu dgn modal nekat, kami berjalan kaki sekitar 1 setengah jam. Beruntung ncip menurunkan hidayahnya, ada taksi yg melintas, dan kami bisa menaiki taksi untuk pulang ke Malang.
Sampai di homestay tengah malam menuju pagi, kami putuskan untuk menikmati malam terkahir di homestay dgn ngobrol” sambil minum teh anget, dan bersiap” karena esoknya kami harus pulang ke Solo.
Yaaah ini cerita liburan gue ke Malang bermodalkan nekat dan bisa dibilang sedikit backpacker dgn teman” gue, tapi ini sangat menyenangkan karena ada saat" kita ceria dan saat" kita malang di Kota Malang ini J

Malang Ceria Bernasib Malang part I

Heeeeyy i’m baaaccckkkkk!!! 

Yah lama gak ngurusin blog karena beberapa alasan dan akhirnya kembali bisa menyentuh blog ini, mudah”an masih pada mau baca ya, kalo udah pada gak mau yaudah (mutung). Yaap this posting I want to tell my trip to Malang!!!
Berawal dari diadakannya study tour di sekolah gue untuk kelas XI yang tujuannya itu ke Bali. Banyak anak” udah antusias banget buat berangkat dan merencanakan mau sekamar sama siapa, mau jejeran di bis sama siapa, mau bawa barang apa aja, mau bawa bokap nyokap mereka apa nggak, bahkan perkiraan berapa botol deodorant yg akan mereka bawa.
Ya itu semua berbanding terbalik sama gue, gue sama sekali gak memikirkan itu. Yap karena gue pas itu mutusin untuk gak ikut study tour, bukan karena alasan gue gak bisa jauh dari pelukan kelek bokap atau apa, gak tau kenapa pas itu gue pengen ngerasain liburan di kota Malang. Akhirnya setelah fix untuk ke Malang, gue nyoba nyari beberapa teman.
Yes. Gue dapet 3 orang untuk nemenin gue disana, ada Gusma, Rizal dan Ridwan. Kita mutusin untuk berangkat pagi hari, sekitar jam setengah 4 pagi Rizal udah ke rumah gue, disaat gue asik”nya lagi manja sama guling. Yah akhirnya gue bangun dan nemuin dia di depan rumah, akhirnya kita mutusin buat jemput si Gusma. Tapi setelah sampai rumah Gusma malah dpt berbagai konflik, disitu gue sendiri cukup emosi dan akhirnya gue mutusin untuk berangkat ke Malang tanpa Gusma. Dan kita langsung ke rumah ridwan untuk jemput dia dan langsung ke terminal.
Sampai di terminal, kita sepeti orang asing padahal ini masih di kota kita sendiri. Banyak bapak” yg ngehasut menawarkan bis dgn cara rayuan”, ya beda tipis sama klo kalian diajakin buat MLM-an. Kita mutusin buat ke Surabaya dulu lalu lanjut ke Malang. Saat memilih bis ada 2 pilihan, antara Sumber Selamat dan E.K.A. ya tentu ini pilihan berat, dimana bis SS itu terkenal sekali akan atraksi’nya di jalan dan tentu adrenalin ditantang untuk naik bis itu. Setelah membicarakan bis SS dgn kawan” saya yg cukup memakan waktu lama, akhirnya kita mutusin untuk naik E.K.A
Setelah 7 jam membusuk di bis akhirnya sampai di Surabaya dan langsung mencari bis tujuan Malang....
Wuhuuuu akhirnya sampai di terminal Malang. Pas itu Malang lagi diguyur hujan, yah kita bingung mau kemana karena perlu untuk diketahui, kita hanya berbekal info alamat” penginapan dari internet yg belum tentu semua infonya itu benar. Bermodal nekat, kita memilih 1 homestay dan lgsung menuju alamatnya menggunakan angkot tujuan “ABG” saat itu. Perlu diketahui juga supir angkot ini masih baru menyetir dan sempat beberapa kali menyerempet terotoar jalan dan dia tidak tahu nama” jalan, yaaaah nevermind
Setelah turun dari angkot kita langsung jalan kaki mencari alamatnya sambil hujan”, yaa bermodal doa dan bertanya kepada masyarakat, kita berhasil menemukan homestay itu setelah jalan kaki hampir 5km dan basah kuyuuuppppp




Kita langsung masuk dan memesan 1 kamar untuk 2 hari, dan alhamdulillah kita mendapatkan homestay yg dibilang sangat layak dgn fasilitas” yg hampir lengkap dan harga terjangkau